Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

The Impossible 2

Monday, June 17, 2013

http://theimpossible-movie.com/



   Dan ini bukan resensi sekuel film The Impossible, because tuh film memang ga ada lanjutannya. Disisni saya hanya bercerita bahwa weekend kemaren saya berhasil juga (akhirnya) menonton film paling tragis abad ini tersebut. Benar-benar menguras air mata.

Pulang Rayo #2

Wednesday, August 08, 2012

Source: Google Search
Ini dia!


  Keinginan saya untuk pulang kampung lebaran nanti sungguh hampir tak tertahankan lagi. Ibarat kebelet pipis namun resleting macet. Selain memenuhi permintaan Ibu, saya juga punya misi lain. Insya ALLAH mission possible-able!

Berikut misi sederhana tersebut:


1. Ngajarin adek tentang komputer
2. Berburu kepala kelapa muda!



  Saya harus segera mengenalkan dan mengajarkan adek saya tentang dunia komputer secepatnya. Harus itu. Bukan kenapa-kenapa. Daripada ia lebih mendalami ilmu  PS 2 mending Core 2 Duo. Iya ga?!
  Kerap saya mendapat laporan dari Ibu tentang aktivitas adek saya ini manakala sehabis pulang sekolah. Ia pasti mendekati warung rental ps lalu masuk kedalam ruangan tersebut dan duduk. Ya hanya duduk saja. Lalu menonton orang lain yang lagi main!!

  Miris saya. Sekaligus iba. Dulu saat pertama kali meninggalkan kampung halaman, adek sering menelpon saya. Hampir setiap hari. Obrolan kami adalah tentang game yang dia tonton di warnet itu dan disisipi permintaan untuk dibelikan ps. Ia hanya bisa bercerita panjang tentang game yang dia suka tanpa bisa memainkannya. Sampe detail banget. Seakan dia lebih tahu ketimbang mereka yang main.
  Bukan. Dia bukan ga cakap main ps. Ini lebih tentang kemampuan finansial dia. Saya iba membayang dia yang melongo dibalik orang-orang cekatan yang sedang memegang stik.

  Maka saya harus mengalihkan minatnya itu. Saya akan memberi akses seluas-luasnya agar dia bisa menguasai laptop. Ya dengan memberikan dia kemudahan itu saya harap dia bisa belajar otodidak. Seperti adek sepupu saya satu ini. (baca juga ya)

* * * * *
  Warga Sekayu dan Wong Palembang menyebutnya Dogan. Kalo ditambah es batu dan sedotan maka disebut es dogan. Bahasa ilmiahnya adalah kelapa muda. 

   Dogan itulah alasan lain saya tuk pulang kampung. Di samping rumah ada tumbuh satu. Ga tinggi-tinggi amat tuk dipanjat. Dulu sering saya petik langsung dari tandannya dan sering pula saya jatuh dari pohonnya. Untung tanah disekitarnya cukup gembur. Jadi terjunnya mantap. Hahaha..

Emangnya di Palembang ga ada wanita kelapa muda?

  Ada. Tapi mahal! 10 ribuan per biji. Harga segitu cukup melilit bagi saya. Maka selama 7 tahun disini saya baru 2 kali minum es dogan. Itupun ditraktir! :)

  Sebenarnya selain soal harga, alasan lainnya adalah ketersediaan barang subsitusi. Kan banyak tuh pilihan   minuman lain. Sop buah, es cendol, es kacang dll. Bagian ini saya tulis kecil sajalah. Puasa semua kan?

  Maka mudik nanti saya sangat menginginkan dogan tuk minuman buka puasa. Ibu pun udah janji menyiapkannya. Manja? Biarin.. Wekkk


Wassalam
Sumber gambar: Google Search



Cemburu dalam Keluarga

Thursday, July 05, 2012

Source: VOA islam


Selayaknya seorang laki- laki, para suami selalu menginginkan keindahan, kecantikan dan keelokan fisik dan hati menjadi bagian dari diri sang istri. Hal ini dikarenakan para istri adalah ibarat simpanan terindah yang dimiliki oleh suami mereka. Maka tak heran, betapapun materi yang melimpah menghiasi dunia para laki- laki, namun absennya kehadiran seorang istri yang sholihah, akan dengan mudah membubarkan ketenangan dan kedamaian hidup mereka. 

Namun apa yang terjadi kemudian adalah sangat disayangkan. Entah mengapa kebanyakan para suami telah kehilangan sifat cemburu mereka kepada para istri- istrinya. Mereka membiarkan sang istri yang katanya mereka kasihi untuk menampakkan keindahan yang dimiliki didepan khalayak ramai. Mereka juga banyak yang membiarkan istrinya menampakkan auratnya ketika keluar rumah, serta tidak menegur atau melarangnya berkumpul dan bercanda bebas dengan lelaki lain. 

Entah kenapa dalam hati mereka justru terbit kebanggaan jika para istri mereka dapat tampil menarik di hadapan laki- laki lain, dan atau paling tidak berhasil meraih simpati dan lirikan dari lelaki lain. Bukankah laki- laki itu juga akan menikmati kecantikan istri mereka?. Padahal seorang wanita di mata islam adalah makhluk yang sangat mulia, sehingga keindahan dan keelokkannya hanya diperuntukkan bagi suaminya saja, tidak di obral bebas untuk siapa saja. 

Sudahkah sampaikah kepada mereka tentang ancaman Rasulullah Shallallahu’alaihi wasalam, terhadap lelaki yang tidak memiliki kecemburuan terhadap keluarga (istri)nya. Beliau bersabda,

“Tiga golongan manusia yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat; seorang yang durhaka kepada kedua orangtuanya, wanita yang menyerupai laki-laki dan ad-dayyuts.” (HR An Nasa’i)
Dan yang dimaksud dengan ad-dayyuts disini adalah laki-laki yang tidak memiliki kecemburuan terhadap keluarganya.

Sungguh, seorang suami seharusnya adalah menjadi pendidik serta pelindung kehormatan para istri mereka. Dan dalam lemahnya akal dan fisik wanita, sang suami seharusnya adalah menjadi alarm yang senantiasa bisa mengingatkan istri-istri mereka untuk selalu kembali mengingat Allah dan takut kepada Allah.



baca selengkapnya...